Selasa, 09 Februari 2010

AKU

AKU YANG SEKARANG
BUKAN AKU YANG SEKARANG
TAPI AKU YAMG SEKARANG ADALAH MEMORI DARI AKU YANG SEKARANG
AKU SEBAGAI MEMORI ADALAH AKU SEBAGAI PEMBANGUN
DAN AKU YANG SEKARANG BAIK ATAU BURUK
AKU HARUS BISA NENJADI AKU SEBUAH SOSOK SUCI TERATAI
SEKARANG, SEKARANG, DAN SEKRANG



BY: KUCING KECIL

RA GENAH.....!!!

Mingkar mingkuring angkara

Akarana karenan mardi siwi

Sinawung resmining kidung

Sinurupa sinukarta

Aduh Gusti..

Makanthining ngelmu,

Ing nandhuka ning ngalam donya

Agama ageming ati

Sapa entuk wahyuning Alloh

Yo dumilah mangulah ngelmu bangkit

Bangkit mikat reh mangukut

Kukutaning jiwangga

Yen mangkono kena sinuwun uwong sebut

Dening tembung

Sepi Alloh

Awas loroning atunggil

Hong wilaheng sekaring bawono

Langgeng, sekar mayang

Hong wilaheng sekaring bawono

Langgeng, sekar Bajang

Hong wilaheng sekaring bawono

Hong wilaheng sekaring bawono

Hong wilaheng sekaring bawono

Langgeng, sekar mayang

Hong wilaheng sekaring bawono

Langgeng, sekar bajang

Hong wilaheng sekaring bawono

Hong wilaheng sekaring bawono

Rabu, 02 Desember 2009

Pengaruh Game Terhadap Prestasi Siswa

Prestasi adalah sesuatu hal yang menjadi indikator untuk keberhasilan. Prestasi mencakup berbagai aspek, diantaranya aspek kognitif, apektif, dan psikomotor. Aspek kognitif erat kaitannya dengan dengan edukasi. Detik demi detik dilalui guna mencapai prestasi. Namun tetap ada sesuatu yang menghambat proses penggapaian prestasi tersebut, salah satunya adalah games, terutama video game yang nyata dan sangat dekat dengan kita.
Mohammad Fauzil Adhim, dalam artikelnya, berpendapat bahwa anak yang gemar bermain video game adalah anak yang sangat menyukai tantangan. Anak-anak ini cenderung tidak menyukai rangsangan yang daya tariknya lemah, monoton, tidak menantang, dan lamban. Hal ini setidaknya berakibat pada proses belajar akademis. Suasana kelas seolah-olah merupakan penjara bagi jiwanya. Tubuhnya ada di kelas tetapi pikiran, rasa penasaran, dan keinginannya ada di video game. Sepertinya sedang belajar, tetapi pikirannya sibuk mengolah bayang-bayang game yang mendebarkan. Kadangkala anak juga jadi malas belajar atau sering membolos sekolah hanya untuk bermain game.
Akio Mori seorang professor dari tokyo’s nihon university melakukan riset mengenai dampak video game pada aktifitas otak. Dari penelitian Akio Mori tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat 2 poin penting yang antara lain :
Pertama , penurunan aktivitas gelombang otak depan yang memiliki peranan sangat penting, dengan pengendalian emosi dan agresivitas sehingga mereka cepat mengalami perubahan mood, seperti mudah marah, mengalami masalah dalam hubungan sosial, tidak konsentrasi dan lain sebagainya.
Kedua , penurunan aktifitas gelombang beta merupakan efek jangka panjang yang tetap berlangsung meskipun gamer tidak sedang bermain game. Dengan kata lain para gamer mengalami “ autonomic nerves “ yaitu tubuh mengalami pengelabuan kondisi dimana sekresi adrenalin meningkat , sehingga denyut jantung, tekanan darah, dan kebutuhan oksigen terpacu untuk meningkat.
Uniknya, beberapa penelitian mengatakan bahwa anak yang fanatik bermain game biasanya merupakan individu yang berintelijensi tinggi, bermotivasi, dan berorientasi pada prestasi. Para gamer juga mengaku bahwa ketika bermain game mereka bisa merelaksasikan diri dan dapat menghilangkan kepenatan-kepenatan dari aktivitas beratnya. Stres karena tugas dan pelajaran disekolah juga dapat dihilangkan dengan bermain game sehingga akan menumbuhkan motivasi baru untuk belajar.
Sebenarnya bermain game sangat bermanfaat jika dilakukan disaat yang tepat dan dengan porsi yang tepat pula. Game yang terlalu lama sangat membuang-buang waktu dan melelahkan. Namun bermain game yang tidak terlalu lama dapat merefreshingkan diri dan merangsang perkembangan otak untuk berimajinasi dan berkarya.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa game berpengaruh terhadap prestasi siswa. Game yang dilakukan dengan porsi yang tepat dapat memberikan manfaat sehingga menumbuhkan motivasi baru untuk belajar. Namun game yang terlalu lama dapat menghambat prestasi siswa karena siswa lupa untuk belajar.

Kamis, 12 November 2009

CITRUS




Ternyata ekstrak kulit jeruk mampu menguraikan styrofoam.

RESENSI

MENJADI PEMAIN HANDAL DI LAPANGAN

DALAM WAKTU SINGKAT


Judul : Dasar-dasar Sepak Bola

Pengarang : Danny Mielke

Penerbit : Pakar Raya

Jumlah halaman : 129

Harga : Rp 35.000,00

Jenis buku : non fiksi

Buku ini ditulis oleh Danie Mielke, seorang profesor pendidikan jasmani di Estern Oregon University. Beliau memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dibidang sepak bola baik sebagai pemain, pelatih, guru SMA, dan dosen. Pada tahun 1994 beliau mendapat penghargaan sebagai guru terbaik pendidikan jasmani tingkat perguruan tinggi.

Buku yang mengulas tentang teknik-teknik dasar sepak bola ini diuraikan dengan baik dalam 13 bab. Bab 1 mengulas tentang dribling, bab 2 tentang jugling, bab 3 tentang pasing, bab 4 trpping, bab 5 trow-in, bab 6 tentang heading, bab 7 trick and turns, bab 8 shooting, bab 9 tendangan thift dan volly, bab 10 tentang bergerak melewati lawan, bab 11 mengenai ketrampilan-ketrampilan bertahan, bab 12 goalkeeping, dan bab 13 tendangan bola mati.

Bahasa yang digunakan dalam buku ini cukup mudah dipahami. Buku ini juga tidak banyak menggunakan istilah-istilah asing ataupun kata-kata yang tidak mudah dimengerti.

Seperti halnya buku-buku yang lain, buku ini juga mempunyai kekurangan dan kelebihan. Dalam buku ini terdapat gambar-gambar yang dapat membantu pembaca untuk lebih mengerti mengenai teknik-teknik yang dijelaskan. Namun buku ini terlalu besar untuk dibawa kelapangan ataupun aktifitas mobile, buku ini akan lebih praktis jika bentuknya lebih kecil.

Menurut saya buku ini cocok digunakan sebagai pedoman dalam belajar sepak bola, terutama pemain-pemain pemula. Buku ini memiliki materi yang lengkap dan mudah dipahami. Sehingga buku ini dapat dibaca oleh semua orang yang tertarik dengan sepak bola.